Makna Simbolis Motif Batik Yogyakarta
Ditulis pada Sabtu, 27 Maret 2010 | Kategori: Artikel Umum Batik | Dilihat 2060 kali
Batik Yogyakarta mempunyai makna atau simbol dalam setiap motifnya, diantaranya adalah sebagai berikut :- Batik Sido Mukti

- Memiliki unsur motif Gurda.
- Digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan.
- Batik Kawung

- Memiliki unsur motif geometris.
- Digunakan sebagai kain panjang. Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan.
- Batik Cuwiri

- Memiliki unsur dan motif Meru dan Gurda.
- Digunakan sebagai "Semek'an" dan emben dan dipakai saat upacara mitoni.
- Batik Pamiluto

- Memiliki unsur motif parang, ceplok, truntum, dan ada banyak lagi.
- Digunakan sebagai kain panjang saat upacara pertunangan.
- Batik Parang Kusumo

- Memiliki motif parang dan mlinjon.
- Digunakan sebagai kain saat tukar cincin.
- Batik Ceplok Kasatrian

- Memiliki unsur motif parang, gurda, dan meru.
- Digunakan sebagai kain kain saat kirab pengantin.
- Batik Nitik Karawitan

- Memiliki unsur ceplok
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Batik Truntum

- Digunakan ketika acara pernikahan.
- Truntum artinya menuntun. Harapannya, agar orang tua bisa menuntun calon pengantin.
- Batik Ciptoning

- Memiliki unsur parang dan wayang.
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Memiliki arti diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar.
- Batik Tambal

- Memiliki unsur motif ceplok, parang, dan meru.
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Batik Slobog

- Memiliki unsur motif ceplok.
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Memiliki makna slobog atau lobok (longgar), kain ini biasa dipakai untuk melayat agar orang yang yang meninggal tidak mengalami kesulitan menghadap Yang Maha Kuasa.
- Batik Parang Rusak Barong

- Memiliki unsur motif ceplok.
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Mempunyai makna bahwa Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya
- Batik Udan Liris

- Memiliki unsur motif kombinasi geometris dan suluran.
- Digunakan sebagai kain panjang.
- Memiliki arti udan gerimis (hujan gerimis), lambang kesuburan.
- Dan masih banyak lagi yang lainnya
sumber : Batik Warisan Budaya Asli Indonesia, Aep S. Hamidin, 2010
Berita yang berkaitan











